FINTA ORCHESTRA DI FAMIGLIA

-FINTA ORCHESTRA DI FAMIGLIA-

Dalam orkestra, setiap musisi biasanya memiliki peran yang spesifik dan terdefinisi dengan jelas. Seorang maestro yang berpengalaman seharusnya memahami hal ini dan menghargai keahlian masing-masing musisi. Namun, jika orkestra tersebut dipimpin oleh seorang kapitalis yang tidak peduli dengan aspek artistik, situasinya bisa sangat berbeda.

Dalam sistem yang kapitalis ini, musisi mungkin akan diminta untuk memainkan berbagai alat musik, tanpa mempertimbangkan kemampuan atau spesialisasi mereka. Mereka mungkin harus memainkan gitar, biola, cello, piano, atau bahkan instrumen yang tidak biasa seperti gunting rumput, gergaji kayu, stir mobil dan kain lap. Jika mereka tidak bisa melakukannya dengan sempurna, kesalahan akan selalu dianggap berasal dari musisi, bukan dari konduktor yang memberikan instruksi yang tidak realistis.

Jika musisi mencoba untuk memprotes atau mengungkapkan kekhawatiran mereka, konduktor yang kapitalis ini mungkin akan mengabaikan mereka dan menganggap mereka tidak kompeten atau tidak kooperatif. Bahkan jika musisi membawa masalah ini ke kepala bagian (kepala setiap bagian alat musik) mereka, respons yang diberikan mungkin akan menyalahkan musisi tersebut, dengan nada yang menuduh dan merendahkan.

Kepala bagian mungkin akan mengatakan sesuatu seperti, "Kamu memang tidak bisa, kesalahan ada di kamu. Kamu memainkan dengan setengah-setengah." Mereka mungkin juga akan membandingkan diri mereka sendiri dengan musisi, dengan mengatakan bahwa mereka sendiri bisa memainkan beberapa instrumen sekaligus dengan baik.

Namun, musisi dapat menjawab bahwa situasi di orkestra sangat berbeda dengan situasi di band, di mana setiap musisi memiliki peran yang jelas dan terdefinisi. Dalam orkestra, musisi dipaksa untuk memainkan beberapa alat musik yang berbeda, yang tidak hanya tidak adil tetapi juga tidak realistis.

Tapi kepala bagian yang fasis dan tidak peduli mungkin hanya akan menjawab, "Tapi aku bisa, dan konduktor tidak memprotesku." Ini menunjukkan bahwa mereka lebih peduli dengan mempertahankan kekuasaan dan otoritas mereka daripada dengan keadilan dan kewajaran dalam pengelolaan orkestra.

Cikarang pusat 24 mei 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alkisah 8ersamamu.

Estetika Rindu

Seni Merespons Reaksi Ereksi