Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

sebuah pesan untuk jiwa yang tenang

Bab 1: Tamu Tak Diundang di Pukul Dua Pagi Lampu neon di langit-langit kontrakan Taul berkedip redup. Ia terbangun dengan napas memburu. Di telinganya, suara tawa Astri masih terngiang, begitu nyata seolah wanita itu baru saja duduk di pinggir kasurnya. Padahal, sudah berbulan-bulan Taul merasa hidupnya baik-baik saja di Cikarang. Ia punya pekerjaan tetap, lingkungan baru, dan fokus yang jelas. Namun, Astri selalu punya cara untuk "menjebol" pertahanan bawah sadarnya. Taul menghela napas, menatap layar ponselnya. Kosong. "Kenapa kamu masih di sini, As? Di dalam kepalaku?" bisiknya pada kegelapan. Bab 2: Rutinitas dan Penyangkalan Cikarang pagi hari adalah hutan beton dan kepulan asap knalpot. Taul memacu motornya di antara ribuan buruh pabrik lainnya. Logikanya berkata bahwa Astri adalah masa lalu yang sudah selesai. Ia sudah tidak lagi mencari tahu kabar wanita itu, tidak lagi memantau sosial medianya. Namun, setiap kali ia melihat plat kendaraan berinisial 'R...