Seni Merespons Reaksi Ereksi
Seni Merespons Reaksi Er**si Saat bayang tirai bermotif bunga jatuh lalu keheningan mulai menyergap, otak sering kali menuju hiruk-pikuk khayalnya sendiri. Ia berkelana tanpa peta, menembus labirin renjana raya yang tertutup debu. Di balik jarak yang tersekat waktu, terjadilah sebuah simfoni senyap yang mendesak di balik kulit, sebuah ketegangan yang tak kasat mata, namun nyata. Pelan bagai nyala sekam, ia menyalakan gairah yang menuntut ruang, bergolak meminta untuk segera melepas kendali pada malam yang sunyi. Di malam yang sunyi, tanpa adanya wanita penyaji kopi pencari belati, malam ini aku, si pria pembuka tirai bermotif bunga, terpaksa memilih jalan yang berbeda. Ketika tubuh mendesak untuk berserah pada hasrat fisik yang fana, batin ini berbisik untuk bertahan. Ada jeda panjang yang kuambil di antara helaan napas; sebuah ruang tunggu tempat aku menjinakkan peluru tanpa harus melepaskan kendalinya. Aku menolak tunduk, memilih untuk memeluk sunyi dan mencari penawar yang lebih aba...